Knowledge Base: Forecast pada SAP Business One 


 1. Akses Menu Forecast

Forecast pada SAP Business One digunakan untuk perencanaan kebutuhan barang di masa depan. Menu ini dapat diakses melalui: Production → MRP → Forecasts.

 Forecast menjadi input utama dalam proses MRP (Material Requirement Planning) untuk menghitung kebutuhan pembelian atau produksi.

2. Tampilan Form Forecast

Pada form Forecast, terdapat beberapa field penting:
- Forecast Code: Kode unik forecast
- Forecast Name: Nama forecast
- Start Date & End Date: Periode forecast
- View: Tampilan periode (Monthly/Weekly)

Grid di bawah digunakan untuk input quantity forecast per item dan per periode.
Kolom utama:
- Item No: Kode item
- Warehouse: Gudang
 - Jan–Dec: Quantity forecast per bulan

3. Generate Forecast

SAP B1 menyediakan fitur otomatis untuk generate forecast.
Klik tombol "Generate Forecast" untuk membuat forecast berdasarkan data historis.

 Fitur ini sangat berguna untuk perusahaan yang ingin menggunakan pendekatan data-driven dibanding manual input.

4. Setup Generate Forecast

Pada tahap ini, user menentukan basis data:
- Item: berdasarkan item tertentu
- Preferred Vendor: berdasarkan vendor
- Default Warehouse: berdasarkan gudang

 User juga bisa menentukan range data (From–To) untuk membatasi item yang diproses.

5. Advanced Settings Forecast

Pengaturan lanjutan untuk metode perhitungan:
- Base on Sales History: menggunakan histori penjualan
- Simple Average: rata-rata sederhana dari histori
- Monthly History: mengikuti pola per bulan

Source data bisa dipilih:
- Sales Orders
- Deliveries & A/R Invoices

 History Start Date digunakan untuk menentukan periode histori yang dijadikan acuan.

6. Simpan Forecast

Setelah data terisi:
- Klik Add untuk menyimpan
- Forecast akan digunakan oleh MRP Wizard

MRP akan menggabungkan:
- Forecast
- Stock On Hand
- Open Orders

untuk menghasilkan rekomendasi:
- Purchase Order
 - Production Order