Tujuan

Panduan ini digunakan untuk melakukan instalasi Add-On pada SAP Business One serta memasang Add-On yang sama ke database/company lain.


Persiapan Sebelum Install

Sebelum melakukan instalasi, pastikan hal berikut sudah tersedia:

  1. User SAP Business One memiliki authorization Superuser.

  2. File Add-On sudah tersedia, biasanya terdiri dari:

    • File .ard

    • File installer .exe

  3. SAP Business One Client sudah bisa login ke database tujuan.

  4. Disarankan melakukan backup database terlebih dahulu sebelum install Add-On pada database LIVE.


Langkah Install Add-On

1. Login ke SAP Business One

Login ke SAP Business One menggunakan user yang memiliki akses Superuser.

Gambar 2 – Login SAP Business One
Tampilkan halaman login SAP Business One dan pilihan company database.


2. Buka Menu Add-On Administration

Masuk ke menu:

Administration → Add-Ons → Add-On Administration

Menu ini digunakan untuk mendaftarkan Add-On ke company database SAP Business One.



3. Klik Register Add-On

Pada window Add-On Administration, klik tombol Register Add-On.



4. Pilih File Registration Data File

Pada window Add-On Registration, klik tombol browse pada field Registration Data File, lalu pilih file Add-On dengan format .ard.



5. Pastikan Installation Package Terisi

Setelah file .ard dipilih, pastikan field Installation Package sudah mengarah ke file installer Add-On, misalnya setup.exe.

Jika field tersebut belum otomatis terisi, pilih file installer secara manual.


6. Klik OK

Setelah file .ard dan file installer sudah benar, klik OK.

Add-On akan masuk ke daftar Company-Assigned Add-Ons.



7. Tentukan Default Group

Pada kolom Default Group, pilih pengaturan sesuai kebutuhan:

Default GroupKeterangan
ManualAdd-On tidak otomatis berjalan saat login. User perlu menjalankan Add-On secara manual.
AutomaticAdd-On otomatis berjalan saat user login ke SAP Business One.
MandatoryAdd-On wajib berjalan saat user login dan tidak dapat dimatikan manual oleh user.

Untuk Add-On yang wajib digunakan semua user, disarankan menggunakan Mandatory.
Jika Add-On hanya digunakan user tertentu, dapat menggunakan Automatic atau Manual.

Setelah pengaturan selesai, klik Update atau OK untuk menyimpan setting Add-On.


Install Add-On dari Add-On Manager

1. Buka Menu Add-On Manager

Masuk ke menu:

Administration → Add-Ons → Add-On Manager


2. Masuk ke Tab Pending Add-Ons

Pada window Add-On Manager, pilih tab Pending Add-Ons.

Add-On yang baru diregister akan muncul pada tab ini.


3. Klik Install

Pilih baris Add-On yang akan diinstall, lalu klik tombol Install.

Tunggu proses instalasi sampai selesai.



4. Ikuti Wizard Instalasi

Jika muncul installer atau wizard Add-On, klik Next sampai proses selesai.


5. Pastikan Status Add-On Connected

Setelah proses install selesai, cek kembali pada tab Installed Add-Ons.

Pastikan status Add-On menjadi Connected.


Cara Pasang Add-On ke Database / Company Lain

Jika Add-On yang sama ingin dipasang ke database lain, lakukan langkah berikut:

1. Login ke Database Tujuan

Logout dari database sebelumnya, lalu login ke database/company lain yang akan dipasang Add-On.

Contoh:
Add-On sudah terpasang di database TEST, lalu ingin dipasang juga ke database LIVE.


2. Buka Add-On Administration

Masuk ke menu:

Administration → Add-Ons → Add-On Administration


3. Assign Add-On ke Company

Jika Add-On sudah tersedia pada daftar Available Add-Ons, pilih Add-On tersebut lalu pindahkan ke daftar Company-Assigned Add-Ons.

Jika Add-On belum tersedia, lakukan register ulang menggunakan file .ard dan installer yang sama.


4. Atur Default Group

Atur kolom Default Group sesuai kebutuhan, misalnya:

  • Automatic, jika Add-On ingin otomatis berjalan saat user login.

  • Mandatory, jika Add-On wajib berjalan dan tidak boleh dimatikan user.


5. Install dari Add-On Manager

Buka menu:

Administration → Add-Ons → Add-On Manager

Lalu masuk ke tab Pending Add-Ons, pilih Add-On, dan klik Install.


6. Login Ulang SAP Business One

Setelah proses install selesai, logout dan login ulang ke SAP Business One.

Pastikan Add-On sudah berjalan dengan status Connected.


Validasi Setelah Install

Setelah Add-On berhasil diinstall, lakukan pengecekan berikut:

  1. Add-On muncul pada daftar Installed Add-Ons.

  2. Status Add-On menjadi Connected.

  3. Menu atau fitur dari Add-On muncul di SAP Business One.

  4. User yang menggunakan Add-On sudah bisa menjalankan fiturnya.

  5. Jika Add-On membuat UDF, UDT, menu, atau object tambahan, pastikan object tersebut sudah terbentuk di database tujuan.


Troubleshooting

1. Add-On Tidak Muncul di Pending Add-Ons

Kemungkinan penyebab:

  • File .ard tidak sesuai.

  • File installer tidak tersedia atau path tidak bisa diakses.

  • Add-On belum berhasil diregister.

  • User tidak memiliki authorization yang cukup.

Solusi:

  • Register ulang Add-On.

  • Pastikan file .ard dan .exe tersedia.

  • Login menggunakan user Superuser.

  • Pastikan folder Add-On dapat diakses dari SAP Client.


2. Add-On Gagal Install

Kemungkinan penyebab:

  • SAP Business One Client tidak dijalankan sebagai Administrator.

  • Versi Add-On tidak sesuai dengan versi SAP Business One.

  • File installer Add-On bermasalah.

  • DI API atau komponen pendukung belum terinstall.

Solusi:

  • Jalankan SAP Business One dengan Run as Administrator.

  • Pastikan versi Add-On sesuai dengan versi SAP Business One.

  • Pastikan SAP Business One DI API sudah terinstall.

  • Coba lakukan install ulang Add-On.


3. Status Add-On Tidak Connected

Kemungkinan penyebab:

  • Add-On belum dijalankan.

  • Default Group masih Manual.

  • Ada error koneksi Add-On ke database.

  • Add-On membutuhkan konfigurasi tambahan.

Solusi:

  • Buka Add-On Manager.

  • Pilih Add-On pada tab Installed Add-Ons.

  • Klik Start.

  • Jika masih gagal, cek error message yang muncul.


Referensi Link Youtube : https://www.youtube.com/watch?v=FE3pn-jpnPc